Boy Sandi: Esport Bukan Sekadar Game, Tapi Peluang Prestasi dan Penggerak Ekonomi Payakumbuh

oleh -17 Dilihat
oleh
banner 468x60

Payakumbuh – Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah melahirkan berbagai inovasi di berbagai sektor, termasuk dunia olahraga. Salah satu yang berkembang pesat adalah electronic sports (esport), yang kini tidak lagi dipandang sebagai sekadar permainan, melainkan telah menjadi cabang olahraga prestasi yang dipertandingkan di berbagai ajang resmi.
Anggota DPRD Kota Payakumbuh sekaligus Dewan Pembina Elektronik Sport Indonesia (ESI) Kota Payakumbuh, Boy Sandi, menilai perkembangan esport membuka peluang besar bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat sekaligus mengharumkan nama daerah melalui prestasi.
“Perkembangan dunia informasi dan teknologi telah melahirkan jenis olahraga prestasi baru. Esport sekarang bukan hanya permainan, tetapi sudah menjadi wadah pembinaan atlet yang memiliki potensi meraih prestasi,” ujar Boy Sandi di Payakumbuh, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, tingginya minat generasi muda terhadap gim daring harus dipandang sebagai peluang yang dapat diarahkan ke kegiatan positif melalui pembinaan yang berkelanjutan serta kompetisi yang terstruktur.
Besarnya antusiasme tersebut terlihat saat Kota Payakumbuh menggelar seleksi atlet untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat pada 11–13 Juni 2026. Hanya untuk dua nomor pertandingan, yakni Mobile Legends dan PUBG Mobile, seleksi diikuti lebih dari 280 peserta yang tergabung dalam 32 tim.
“Ini menunjukkan bahwa minat generasi muda terhadap esport sangat tinggi. Hanya dari dua game yang dipertandingkan saja, peserta seleksi mencapai ratusan orang. Artinya, potensi atlet esport di Payakumbuh sangat besar untuk dikembangkan,” katanya.
Selain menjadi sarana pembinaan prestasi, Boy menilai penyelenggaraan turnamen esport juga mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.
Menurutnya, kehadiran atlet, ofisial, pendamping, keluarga, hingga penonton dari berbagai daerah dapat menggerakkan sektor kuliner, perhotelan, transportasi, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Ketika sebuah turnamen digelar, bukan hanya atlet yang datang. Ada ofisial, pendamping, keluarga, dan penonton yang ikut hadir. Ini tentu berdampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat dan menjadi bagian dari sport tourism yang perlu kita dorong bersama,” jelasnya.
Karena itu, Boy berharap Pemerintah Kota Payakumbuh memberikan dukungan yang lebih besar terhadap pengembangan esport melalui pembinaan atlet, penyediaan fasilitas, serta penyelenggaraan kompetisi secara berkelanjutan.
Ia optimistis, dengan dukungan yang memadai, Payakumbuh memiliki peluang menjadi salah satu pusat pengembangan esport di Sumatera Barat sekaligus melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
“Esport adalah bagian dari masa depan olahraga. Kita berharap pemerintah daerah hadir memberikan dukungan yang lebih kuat agar potensi besar yang dimiliki anak-anak muda Payakumbuh dapat berkembang menjadi prestasi sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi daerah,” pungkas Boy Sandi.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.