Wirman Putra: Kebangkitan Tradisi Adat Benteng Generasi Muda Hadapi Arus Globalisasi

oleh -46 Dilihat
oleh
banner 468x60

Payakumbuh – Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Wirman Putra, menilai kebangkitan kembali tradisi adat di Kenagarian Aua Kuniang merupakan langkah strategis untuk memperkuat identitas budaya sekaligus membentuk karakter generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus globalisasi.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Mambangkik Tradisi Adat Salingka Nagari di Balai Adat Aua Kuniang, Minggu (2/8/2026).

banner 336x280

Menurut Wirman, pelestarian adat tidak hanya sebatas menghidupkan kembali warisan leluhur, tetapi juga menjadi ikhtiar menjaga nilai-nilai yang selama ini menjadi fondasi kehidupan masyarakat Minangkabau.

“Menghidupkan kembali tradisi adat bukan hanya mengenang masa lalu, tetapi memperkuat benteng budaya agar masyarakat tidak kehilangan jati diri di tengah perubahan zaman,” ujar Wirman.

Ia mengajak generasi muda untuk terus menempuh pendidikan, menguasai ilmu pengetahuan, serta memanfaatkan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai adat dan agama. Menurutnya, kemajuan harus berjalan beriringan dengan pembentukan akhlak dan karakter yang berlandaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

Wirman menegaskan bahwa kecerdasan intelektual tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak dibarengi dengan etika, moral, dan rasa tanggung jawab terhadap masyarakat. Karena itu, ia mendorong generasi muda menjadikan adat sebagai pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan di era digital.

“Kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi tetap jadikan nilai adat dan agama sebagai fondasi dalam berpikir dan bertindak,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa pemuda Minangkabau memiliki peran sebagai parik paga nagari, yakni penjaga marwah kampung halaman sekaligus motor penggerak pembangunan daerah.

Untuk itu, Wirman mengajak generasi muda menjauhi penyalahgunaan narkoba, judi online, serta berbagai perilaku negatif yang dapat merusak masa depan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya menghidupkan kembali budaya santun melalui penerapan nilai Kato Nan Ampek, sehingga hubungan antargenerasi tetap harmonis dan nilai-nilai adat terus diwariskan.

“Pemuda yang berkualitas adalah mereka yang mampu menghormati orang tua, menghargai sesama, serta menjaga sopan santun dalam kehidupan bermasyarakat,” tuturnya.

Menurut Wirman, DPRD Kota Payakumbuh akan terus mendukung berbagai program pelestarian budaya. Sebab, kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari keberhasilannya menjaga identitas budaya serta nilai-nilai religius masyarakat.

Ia pun mengajak niniak mamak, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat untuk terus membimbing anak kemenakan agar tetap berpegang teguh pada nilai-nilai adat di tengah derasnya perubahan zaman.

“Mari kita jaga bersama warisan budaya ini. Dengan adat yang tetap hidup, kita tidak hanya membangun Payakumbuh yang maju, tetapi juga melahirkan generasi yang berkarakter, berbudaya, dan berakhlak,” pungkasnya. (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.